menulis=berkata-kata untuk diri sendiri. minimal, seperti berkata-kata kepada diri sendiri yang tak mudah dilakukan begitu saja. kadang merasa sangat asing untuk hanya bisa bertegur sapa dengan 'aku'. lebih susah dari mengutarakan perkataan cinta pada kekasih.
menulis, bisa jadi merupakan sarana belajar untuk mempercayai diri sendiri. mempercayai si 'aku'. untuk bisa mempercayai, perkenalan sampai ke tingkat paling akrab harus dicapai. bagaimana kita mau bercerita jika yang akan diajak bercerita (aku), tidak kita kenal dengan baik. jangankan curhat masalah pribadi, yang ada justru jaim-jaiman.
menulis, adalah menelanjangi sendiri. meski sebetulnya, setelah telanjang pun kita tidak pernah tahu secara utuh apa yang bisa kita tahu dan bisa kita ceritakan. bisa jadi karena ada beberapa hal yang memang harus tak terlihat. butuh bantuan lain supaya bisa melihat keutuhan tersebut.
dan menulis, adalah pengungkapan segala pikiran dan pengalaman. tentang diri kita sendiri.
maka dari itu,
menulislah atas nama diri sendiri.
seapapun apapun itu.
menulis, bisa jadi merupakan sarana belajar untuk mempercayai diri sendiri. mempercayai si 'aku'. untuk bisa mempercayai, perkenalan sampai ke tingkat paling akrab harus dicapai. bagaimana kita mau bercerita jika yang akan diajak bercerita (aku), tidak kita kenal dengan baik. jangankan curhat masalah pribadi, yang ada justru jaim-jaiman.
menulis, adalah menelanjangi sendiri. meski sebetulnya, setelah telanjang pun kita tidak pernah tahu secara utuh apa yang bisa kita tahu dan bisa kita ceritakan. bisa jadi karena ada beberapa hal yang memang harus tak terlihat. butuh bantuan lain supaya bisa melihat keutuhan tersebut.
dan menulis, adalah pengungkapan segala pikiran dan pengalaman. tentang diri kita sendiri.
maka dari itu,
menulislah atas nama diri sendiri.
seapapun apapun itu.
0 komentar:
Post a Comment